MANAGED BY:
SENIN
06 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 04 Januari 2017 09:50
Lahan Sawit di Tanah Bumbu Menyempit
Ilustrasi

PROKAL.CO, BATULICIN - Lahan perkebunan sawit di Kecamatan Angsana menyempit dampak dari maraknya pertambangan batubara. Kecamatan Angsana memang dikenal memiliki sumber daya alam (SDA) berupa batubara yang begitu banyak.

“Seiring makin maraknya pertambangan batubara, luasan lahan perkebunan karet dan kelapa sawit milik warga eks transmigran di beberapa desa di Kecamatan Angsana semakin menyempit,” kata Sastro, warga setempat.

Dikatakannya, akibat maraknya pertambangan batubara di kecamatan itu, membuat warga banyak memilih lahannya di eksploitasi batubara ketimbang menunggu masa perawatan sampai akhirnya komuditas perkebunan itu berproduksi.
“Sepertinya warga lebih memilih menawarkan perkebunan miliknya kepada pengusaha untuk ditambang batubaranya dengan ganti rugi lahan,” ujarnya.

Padahal, kata dia, tidak menutup kemungkinan, lahan-lahan yang ditambang tersebut berubah menjadi lahan gersang dan lambat laun akan ditinggalkan warganya karena area permukiman warga telah berubah menjadi kawasan gersang dan berlubang sisa aktivitas pertambangan batubara.
“Dari kenyataan yang kami lihat, pergerakan aktivitas pertambangan yang dilakukan dilahan bekas perkebunan warga itu tidak jauh dari area permukiman warga,” jelasnya.

Bahkan, imbuh dia, tidak jarang di beberapa desa di luar desanya pertambangan itu dilakukan tidak jauh dari area publik seperti sekolahan, tempat ibadah dan sarana publik lainnya.

Dengan fakta-fakta tersebut, warga berharap agar pemerintah daerah segera melakukan langkah taktis dengan memberikan pemahaman kepada warga agar tidak mudah menyerahkan lahannya untuk diganti rugi oleh pengusaha tambang.
Menurutnya,  pemerintah daerah harus segera turun tangan, karena jika tidak, luasan lahan perkebunan sawit dan karet warga ini akan kian menyempit.

“Dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan pertambangan batubara dalam jangka panjang akan sangat merugikan warga desa,” ujarnya.

Ditambahkannya, warga harus diberi pemahaman secara utuh, bahwa sektor pertambangan jika tak dikelola secara baik akan berdampak buruk.

“Akan sangat bijak jika warga lebih memfokuskan diri pada pengelolaan kebun karet atau sawitnya karena mempunyai jangkauan jaminan kesejahteraan untuk jangka panjang dari pada dapat ganti rugi lahan dari pengusaha,” paparnya.

Dia mengatakan, peran pemerintah daerah harus menjadi garda terdepan dalam menyikapi makin banyaknya warga yang tergiur lahan perkebunan karet atau kelapa sawitnya diganti rugi oleh pengusaha karena di areal yang sama memiliki deposit batubara.

“Untuk mengimplemetasikan langkah penting ini dalam rangka menjaga ekosistem alam yang ada dikawasan perdesaan sekaligus memproyeksikan program penguatan ekonomi perdesaan, pemerintah daerah yang dalam ini, dinas terkait harus bahu membahu dengan aparat desa dan kecamatan,” tuturnya. (kry/ema)


BACA JUGA

Minggu, 05 April 2020 15:06
Pemkab Balangan

Bupati Perketat Akses Keluar Masuk Kabupaten

PARINGIN – Bupati Balangan Ansharuddin bersama sejumlah jajarannya yang masuk…

Minggu, 05 April 2020 09:15

Lab Corona Banjarbaru akan Beroperasi Pekan Depan

BANJARBARU - Tinggal menghitung hari, laboratorium pemeriksaan Covid-19 untuk wilayah…

Minggu, 05 April 2020 09:10

Innalillahi...Satu Pasien PDP Meninggal, PDP Juga Bertambah Satu

BANJARMASIN - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) dinyatakan meninggal dunia,…

Minggu, 05 April 2020 09:07

Tak Bisa WFH, Driver Online Silakan Jalan

BANJARMASIN - Belakangan beredar kabar bahwa aktivitas transportasi online akan…

Minggu, 05 April 2020 09:05

Tak Pulang Dulu, 25 Personel Polda Kalsel Dikarantina

BANJARMASIN – Sebanyak 25 anggota Polda Kalsel yang mengikuti Sekolah…

Minggu, 05 April 2020 09:03

Jadi Zona Merah, Warga Banjarmasin Utara Wajib Siaga

BANJARMASIN - Masuk zona merah penyebaran COVID-19, Banjarmasin Utara membutuhkan…

Minggu, 05 April 2020 08:58

Diskon PDAM Tunggu Regulasi

BANJARMASIN - Meski wali kota telah menyatakan bakal ada pemotongan…

Minggu, 05 April 2020 08:44

Jika Ada Pasien Corona Meninggal, Lokasi Khusus Pemakaman Sudah Disediakan

MARTAPURA – Hingga kini sudah ada tiga pasien positif virus…

Sabtu, 04 April 2020 07:55

Wapres Minta Fatwa Haram Mudik ke MUI

JAKARTA – Di tengah kurva wabah Covid-19 yang terus menanjak,…

Sabtu, 04 April 2020 07:52

Mayoritas Terpapar di Luar, PDP Ulin 26 Meninggal Dunia

BANJARMASIN – Imbauan pemerintah agar tetap berada di rumah di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers