MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 14 Januari 2017 18:49
Pendidikan Pinggiran Kota Banjarmasin, Tak Punya Akses Darat, Pulang Sekolah Lebih Cepat
NAIK SAMPAN - Murid SDN Basirih 10 sedang menuju ke sekolah.

PROKAL.CO, Demi menuntut ilmu, Aulia dan kawan-kawannya harus mengesampingkan bahaya. Tidak ada akses jalan darat menuju ke SDN Basirih 10 Kota Banjarmasin. Sekolahnya berada di tepi sungai. Mereka harus mengayuh sampan.

Donny Muslim, Banjarmasin

SDN Basirih 10 Kota Banjarmasin berdiri pada tahun 80-an. Lokasinya berada di anak sungai Kuin Kecil, Kelurahan Mantuil. Sekolah yang terdiri dari enam kelas ini kini mempunyai murid 67 orang.

Apabila hendak menuju ke sekolah tersebut bisa naik kelotok mesin yang ngetem di bawah jembatan besar yang berada di Jalan Mantuil. Sewaktu saya ikut rombongan kelotok tersebut, ongkosnya dikenai Rp 50 ribu. Jarak tempuhnya kurang lebih lima kilometer, waktunya sekitar 30 menit. Meskipun sekolahnya berbeda, Aulia tak patah arang. “Sudah biasa naik jukung,” ujar Aulia.

Terbatasnya akses jalan darat bukan satu-satunya masalah di SDN Basirih 10. Ketika sekolah pada umumnya menghentikan aktivitas belajar mengajar di atas pukul 12.00 WITA, di situ paling lambat pukul 10.00 WITA. Kalau tidak, siap-siap terjebak surutnya sungai.

Ketika sungai mulai terlihat surut, mereka harus bergegas pulang ke rumah. Itu karena sekolahnya berlokasi di jalur anak sungai. “Kalau tetap dilanjutkan, kelotok yang agak ganal kada bisa lewat,” ujar pengemudi kelotok yang biasanya mengangkut guru-guru serta beberapa murid lain.

Mepetnya waktu belajar mengajar tentu dikeluhkan orang tua murid. Contohnya, Imah. Menurutnya, surutnya air sungai membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah ini menjadi terhambat. “Ada jua yang bisa sampai satu minggu kada sekolah,” ujarnya.

Reza mengungkapkan bahwa pemerintah kota harus cepat tanggap dalam mengatasi persoalan sekolah ini. Terutama pembangunan akses jalan darat untuk para murid dan guru. “Jalan sudah ada, jadi pemerintah harus cepat tanggap,” ujar guru yang sudah mengabdi di sekolah ini sejak tahun 2014.

Selain itu, jumlah pengajar di sekolah ini juga kurang. “Wali kelas II dan IV masih belum ada,” terang Reza.

Kurangnya guru semakin menghambat proses belajar. Guru yang hadir juga harus mengisi kelas lainnya. “Sudah ada usul ke dinas, tinggal menunggu tanggapannya,” ungkap Reza.

Kepala SDN Basirih 10 Kota Banjarmasin, Yusri, akan terus berupaya mengusulkan pembenahan kepada pemerintah. Ia juga berharap permasalahan ini bisa diselesaikan agar tak mengganggu hak murid untuk mendapatkan pelajaran. “Kita harus memperhatikan anak-anak yang harus melewati sungai demi mendapatkan pendidikan,” tutupnya.(az/dye)

loading...

BACA JUGA

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Berita Baik di Tengah Pandemi Corona: Barista Kopi Dibalik Gerakan Pasang Keran Gratis

Dalam perang melawan wabah, Anda tak perlu menunggu menjadi hartawan…

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…

Kamis, 26 Maret 2020 13:02

Pakai Jas Hujan, Berharap Kiriman APD Bukan Hanya bagi Perawat Saja

Alat pelindung diri (APD) menjadi pakaian paling "tren" sekarang ini.…

Rabu, 25 Maret 2020 11:49

Cerita-cerita Calon Pengantin yang Gagal Gelar Resepsi; Katering Sudah Pesan Akhirnya Dibagikan ke Anak Yatim

Niat Arif Hendy Wijaya (25) warga Desa Barambai untuk bersanding…

Senin, 23 Maret 2020 12:51

Bincang Santai dengan "Indro Corona"; Sudah Ada Sebelum Masehi, Sembuh dengan Vitamin E

Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk…

Minggu, 22 Maret 2020 05:48

Melihat Penerapan Social Distancing di Bandara Syamsudin Noor

Upaya pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 dilakukan…

Kamis, 19 Maret 2020 11:54

Kondisi Jembatan Ulin Desa Gadung Hilir; Atasnya Masih Bagus, Bawahnya Lapuk Termakan Usia

Jembatan di Rukun Tetangga (RT) 1 di Desa Gadung Hilir…

Rabu, 18 Maret 2020 13:12

Tangkal Corona, SMKN 1 Banjarbaru Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, orang-orang rela membeli…

Minggu, 15 Maret 2020 07:32

Diduga karena Dampak Peledakan Area Pertambangan, Rumah Warga Desa Pantai Cabe Retak-retak

Warga Desa Pantai Cabe Kecamatan Salam Babaris resah. Hampir semua…

Rabu, 11 Maret 2020 14:27

Susahnya Menjaga Kayu Hutan di Pulau Laut: Kayu Disita, Petugas Hutan Dikalungi Parang

Dewi Wulansari hampir kehilangan nyawanya saat mengamankan kayu diduga hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers