MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 01 Februari 2017 16:58
Masyarakat Banua Rawan Menjadi TKI Ilegal, Ini Buktinya..
JALUR ILEGAL: Penggagalan keberangkatan ratusan TKI ilegal oleh Polda Kopri di Batam akhir 2016 lalu.

PROKAL.CO, Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke luar negeri sangat marak. Calo-calo yang bertugas untuk merekrut para calon TKI pun tersebar di seluruh daerah, termasuk di wilayah Kalsel. Mereka memiliki ribuan cara untuk merayu masyarakat agar mau menjadi TKI dan diberangkatkan secara non prosedural.

Masyarakat Banua nampaknya rawan termakan bujuk rayu para calo tersebut. Itu bisa dilihat dari data Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Banjarbaru, pada tahun 2016 mereka menangani belasan kasus TKI tak resmi. Mulai dari kasus pencegahan keberangkatan TKI ilegal, hingga memulangkan TKI ilegal yang bermasalah di luar negeri.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan di BP3TKI Banjarbaru Fachrizal mengatakan, ada 11 kasus TKI asal Kalsel yang harus mereka tangani pada tahun 2016. Di mana keseluruhannya merupakan laporan dari masyarakat. "Tanpa ada laporan kami tidak tahu ada TKI yang bermasalah, jadi kami minta agar masyarakat melapor jika ada keluarga yang terjerat menjadi TKI ilegal," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Kasus pertama yang mereka tangani ialah pada tanggal 20 Januari 2016, saat itu BP3TKI Banjarbaru mendapat laporan dari masyarakat. Ada tiga orang calon TKI yang direkrut oleh calo akan berangkat melalui Bandara Syamsudin Noor pada tanggal 21 Januari. "Kami langsung ke bandara dan berhasil mencegah keberangkatan mereka, setelah itu mereka kami kembalikan ke daerah asalnya," ungkap Fachrizal.

Ia menambahkan, di bulan-bulan selanjutnya mereka juga menggagalkan keberangkatan calon TKI ilegal di Bandara Syamsudin Noor. Total ada belasan calon TKI yang mereka cegah keberangkatannya selama tahun 2016. "Keberangkatan TKI ilegal selalu ada kami cegah setiap bulannya, ini menandakan masih banyak masyarakat yang tergoda oleh calo," tambahnya.

Selain mendapatkan laporan keberangkatan calon TKI ilegal, BP3TKI juga beberapa kali mendapatkan pengaduan mengenai adanya TKI ilegal bermasalah di luar negeri. "Ada beberapa TKI ilegal yang bermasalah, misalnya gajinya tak dibayar. Lalu, mau pulang tapi kesulitan untuk pulang. Serta terjerat kasus di negara tempatnya bekerja," ujarnya.

Ia mengatakan, meski banyak contoh cerita sedih yang dialami TKI ilegal. Namun tetap saja masih ada yang terbujuk dengan para calo, yang mengajak bekerja ke luar negeri tanpa melalui jalur resmi. "Biasanya calo mengiming-imingi korban dengan jumlah gaji selangit, serta kemudahan dalam mengurus berkas. Kalau jalur resmi harus melewati tes medis, kalau tidak resmi tak perlu," katanya.

Saat ini BP3TKI masih intens melakukan sosialisasi ke masyarakat supaya tidak termakan bujuk rayu para calo. Biasanya calo tersebut mendapatkan tugas dari agen penyaluran TKI yang tak resmi, jika mendapatkan korban si calo akan menerima fee. "Calo sekarang sangat marak, karena fee nya besar," ungkapnya.

Di Kalsel sendiri ada ratusan masyarakat yang memilih menjadi TKI. Kasi Penyiapan Arlina mengungkapkan, TKI asal Kalsel yang bekerja di luar negeri saat ini berjumlah 216 orang. "Yang 216 ini resmi, paling banyak berasal dari Kabupaten Banjar dengan total 69 TKI," ungkapnya.

Ia menuturkan, terbanyak kedua ialah Balangan dengan jumlah 41 TKI. Lalu disusul Tapin, Hulu Sungai Timur dan daerah-daerah lainnya. "Paling banyak TKI kita bekerja di daerah Timur Tengah," ujarnya.

216 TKI asal Kalsel tersebut bekerja di dua sektor yang berbeda. Pertama sektor formal atau bekerja di instansi berbadan hukum, kemudian sektor informal yaitu bekerja sebagai pembantu rumah tangga. "TKI di sektor informal sekarang masih 65 orang, program dari pemerintah pusat pada tahun 2019 tidak akan ada lagi TKI yang bekerja menjadi pembantu," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Selasa, 25 Februari 2020 10:32

Kandidat Golkar Mulai Terungkap

BANJARMASIN – Siapa kandidat bakal calon dari Partai Golkar pada…

Selasa, 25 Februari 2020 10:30

Banggar DPR RI Apresiasi Kepemimpinan Paman Birin

BANJARBARU - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR…

Selasa, 25 Februari 2020 10:29

Gusar Tuntut Anggota Dewan Bikin Video

BANJARMASIN – Wajah Wakapolres Banjarmasin, AKBP Rahmat Budi Handoko sempat…

Selasa, 25 Februari 2020 10:16

Drainase Jln Garuda Menyengat

BANJARBARU - Beberapa waktu terakhir. Sebagian warga di kawasan Jalan…

Selasa, 25 Februari 2020 09:50
PARLEMENTARIA

Wakil Rakyat Berikan Masukan di Musrenbang Kecamatan

PARINGIN – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2020 untuk…

Selasa, 25 Februari 2020 09:37
Pemko Banjarbaru

Pejabat Pemko Tandatangani Dokumen Perjanjian Kinerja

BANJARBARU - Pemko Banjarbaru menggelar penandatanganan dokumen perjanjian, kinerja pejabat…

Selasa, 25 Februari 2020 09:21
Pemkab Tanah Bumbu

MTQ Kusan Hulu Diikuti 268 Peserta

BATULICIN - Sebanyak 268 peserta dari 19 desa mengikuti MTQ…

Selasa, 25 Februari 2020 09:20
Pemkab Tanah Bumbu

Tingkatkan Kemampuan Pengawas Koperasi

BATULICIN - Demi meningkatkan pengawasan terhadap perkoperasian di Kabupaten Tanah…

Selasa, 25 Februari 2020 09:20
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Ajak SKPD Saling Bersinergi

BATULICIN - Bulan Juni 2020 mendatang, akan diadakan lomba Halaman,…

Selasa, 25 Februari 2020 09:15
Pemkab Tanah Laut

Dinsos Tala Gelar Rakor DTKS

PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) melalui Dinas Sosial…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers