MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Jumat, 17 Februari 2017 16:46
Parah..!! Gas 3 Kg Semakin Susah Didapat
GAS LANGKA: Puluhan warga terlihat menunggu kedatangan gas di pangkalan M Syarkawi di Jalan Sekumpul, Kelurahan Sekumpul, Martapura. Mereka tak beranjak meski harus menunggu berjam-jam.

PROKAL.CO, Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, membuat warga berbondong-bondong mendatangi pangkalan yang memiliki stok. Seperti yang terlihat di Jalan Sekumpul, Kelurahan Sekumpul, Martapura.

Puluhan warga terlihat memadati salah satu pangkalan gas elpiji milik M Syarkawi, padahal gas masih dalam proses pengiriman dari agen ke pangkalan. "Gas masih di jalan katanya, walaupun lama kami akan tetap menunggu," kata Pipin, salah seorang warga yang ikut mengantre.

Dia mengaku sudah menunggu di pangkalan selama satu jam lebih. Pipin sengaja datang lebih awal, agar mendapatkan giliran pertama untuk membeli gas. "Capek juga menunggu, tapi mau bagaimana lagi. Daripada tidak dapat gas, mau masak pakai apa?" ujarnya.

Antrean di pangkalan sendiri cukup unik. Calon pembeli menyusun tabung gas kosong di jalur yang sudah disediakan. Jika pembeli datang lebih awal, tabung miliknya akan berada di barisan terdepan.

Salah seorang penjaga pangkalan Abdur Rasyid mengungkapkan, antrean panjang selalu terjadi dalam beberapa minggu terakhir sejak gas melon mengalami kelangkaan. "Ramai terus, padahal gasnya belum datang tapi sudah panjang antrean," ungkapnya.

Ia menambahkan, gas yang datang biasanya sebanyak 560 tabung. Tak sampai dua jam akan ludes terjual. Pangkalan M Syarkawi memang selalu menjadi pilihan warga. Sebab, harga gas yang dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp17.500 pertabungnya. "Kami tidak pernah menjual lebih dari HET, jadi warga sangat antusias kalau di sini ada stok," ujarnya.

Berbeda dengan pangkalan yang lain, menurutnya ada saja yang secara sembunyi-sembunyi menaikan harga lebih dari HET jika stok gas menipis. "Pangkalan lain juga ada yang sengaja menjual ke penyetok dengan harga lebih tinggi. Padahal warga di sekitarnya sedang membutuhkan gas," tutup Abdur Rasyid. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*