MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Kamis, 23 Februari 2017 13:38
Opini
Potret Permukiman Kumuh Perkotaan

Oleh: Muhammad Noor, S.Sos, M.AP

Muhammad Noor, S.Sos, M.AP [Foto: for Radar Banjarmasin]

PROKAL.CO, Masalah permukiman kumuh merupakan salah satu masalah yang perlu diselesaikan dengan pelibatan semua pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, kelompok-kelompok peduli serta tokoh-tokoh masyarakat. Permukiman kumuh merupakan suatu kawasan permukiman yang seharusnya tidak dapat dihuni maupun ditinggali karena dapat membahayakan kehidupan masyarakat yang tinggal dan bermukim di dalamnya, baik dari segi keamanan terlebih lagi dari segi kesehatan.

Persoalan permukiman kumuh merupakan masalah yang serius karena dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya kantong-kantong kemiskinan yang fatal dan kemudian menyebabkan lahirnya berbagai persoalan sosial di luar kontrol atau kemampuan pemerintah kota untuk menangani dan mengawasinya. Permukiman kumuh merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya, namun masih saja banyak di jumpai permukiman masyarakat miskin di hampir setiap sudut-sudut kota yang disertai dengan ketidaktertiban dalam hidup bermasyarakat di perkotaan. Misalnya yaitu, pendirian rumah maupun kios dagang secara liar di lahan-lahan pinggir jalan sehingga mengganggu ketertiban lalu lintas yang akhirnya menimbulkan kemacetan.

Masyarakat miskin di perkotaan itu sangat unik dengan berbagai problematika sosialnya sehingga perlu mengupas akar masalah dan merumuskan solusi terbaik bagi kesejahteraan mereka. Dapat dijelaskan bahwa bukanlah kemauan mereka untuk menjadi sumber masalah bagi kota namun karena faktor-faktor ketidakberdayaanlah yang membuat mereka terpaksa menjadi ancaman bagi eksistensi kota yang mensejahterahkan. Permukiman kumuh dapat mengakibatkan berbagai dampak. Salah satunya dampak sosial, dimana sebagian masyarakat kumuh adalah masyarakat berpenghasilan rendah dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah dianggap sebagai sumber ketidakteraturan dan ketidakpatuhan terhadap norma-norma sosial.

Daerah kumuh perkotaan di Indonesia salah satunya adalah Kota Banjarmasin yang berprovinsi Kalimantan Selatan ini. Kota Banjarmasin sebagai kota berbasis jasa dan perdagangan, pemusatan kegiatan dan peningkatan pembangunan di bidang industri akan memberikan dampak terhadap adanya suatu perubahan kepadatan baik itu pada sektor kependudukan, permukiman, transportasi dimana pada akhirnya akan terjadi eksploitasi penggunaan lahan yang melebihi kapasitasnya dan menyebabkan kekumuhan. Kota Banjarmasin sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya.

Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk di Kota Banjarmasin yang begitu cepat yang menyeabkan makin banyaknya permukiman kumuh dan liar yang pada gilirannya akan menjadi berat bagi pemerintah kota untuk menanganinya. Lingkungan permukiman kumuh di perkotaan di Kota Banjarmasin, merupakan permasalahan yang sangat kompleks, diantaranya adalah permasalahan yang berkaitan dengan kemiskinan, tingkat pendidikan masyarakat yang rendah.

Laju pertumbuhan penduduk terlepas dari kenaikan angka kelahiran disebabkan kegiatan migrasi dan urbanisasi yang tinggi. Kemudahan sistem di bidang informasi, komunikasi dan transportasi mendorong pergerakan masyarakat untuk melakukan perpindahan ke wilayah perkotaan, namun sering kali urbanisasi yang terjadi secara alami hasilnya tidak merata dan berpeluang menimbulkan kekumuhan perkotaan. Laju prtumbuhan penduduk merupakan masalah yang belum terselesaikan sampai saat ini, pertumbuhan penduduk yang cepat terjadi akibat dari tingginya angka laju pertumbuhan penduduk.

Laju pertumbuhan penduduk sekarang ini merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi Kota Banjarmasin yang menyebabkan tumbuhnya permukiman-permukiman kumuh di pinggiran kota. Dilihat dari kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir ini kepadatan penduduk Kota Banjarmasin terus mengalami peningkatan, berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Banjarmasin pada tahun 2013 tercatat penduduk Kota Banjarmasin sebanyak 656.778, pada tahun 2014 mengalami peningkatan sebanyak 666.223 dan pada tahun 2015 mengalami peningkatan sebanyak 675.440. Melihat data tersebut analisisnya, kepadatan penduduk Kota Banjarmasin bertambah setiap tahunnya dalam angka kisaran 9.000 jiwa sampai dengan 9.500 jiwa dan yang perlu diingat kisaran angka tersebut itu hanya jumlah yang tercatat saja, belum lagi kisaran jumlah angka yang tidak tercat.

Lingkungan permukiman kumuh merupakan masalah yang terjadi atau sering dihadapi di kota besar, tidak hanya terjadi di Kota Banjarmasin tetapi juga berlangsung di kota-kota besar di Indonesia, menurut publikasi World Bank (1999) lingkungan permukiman kumuh digambarkan sebagai bagian yang terabaikan dari lingkungan perkotaan dimana kondisi kehidupan dan penghidupan masyarakatnya sangat memprihatinkan, yang diantaranya dirunjukkan dengan kondisi lingkungan hunian yang tidak layak huni, tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, sarana dan prasarana lingkungan yang tidak memenuhi syarat, tidak tersedianya fasilitas pendidikan, kesehatan maupun sarana.

---------- SPLIT TEXT ----------

Problema

Permukiman kumuh merupakan masalah yang dihadapi oleh hampir semua kota-kota besar di Indonesia, bahkan kota-kota besar di negara berkembang lainnya. Kawasan permukiman kumuh dianggap sebagai penyakit kota yang harus diatasi. Laju pertumbuhan penduduk merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan permukiman. Sedangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan kemampuan pengelola kota akan menentukan kualitas permukiman yang terwujud. Permukiman kumuh adalah produk pertumbuhan penduduk kemiskinan dan kurangnya pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan dan menyediakan pelayanan kota yang memadai.

Kota Banjarmasin belum siap dengan rencana sistem perkotaan guna mengakomodasi perkembangan kegiatan perkotaan dalam sistem rencana tata ruang kota dengan berbagai aspek dan implikasinya termasuk di dalamnya menerima, mengatur dan mendayagunakan pendatang. Akibatnya terjadi aktivitas yang sangat heterogen dan tidak dalam kesatuan sistem kegiatan perkotaan yang terencana, yang mengakibatkan terjadinya kantong-kantong kegiatan yang tidak saling menunjang, termasuk dengan munculnya permukiman yang berkembang di luar rencana sehingga terbentuklah permukiman-permukiman kumuh.

Terbatasnya dana yang dimiliki pemerintah untuk penataan dan pengelolaan kota dalam menghadapi masalah kependudukan tersebut di atas juga telah menyebabkan fasilitas perumahan dan permukiman menjadi terbatas dan mahal pembiayaannya. Masalahnya, bagi mereka masyarakat miskin yang berpenghasilan rendah, tidak dapat mengabaikan begitu saja kebutuhan akan rumah dan tempat tinggal karena masalah ini penting dalam dan bagi kehidupan mereka, tetapi di satu sisi mereka juga tidak mampu untuk mengeluarkan biaya prioritas bagi pengembangan dan pemeliharaan rumah dan lingkungan permukimannya agar layak untuk dihuni. Semakin kecil bagian dari penghasilan yang dapat disisihkan guna pembiayaan pemeliharaan rumah dan fasilitas permukiman, semakin kumuh pula kondisi permukimannya.

Jika pertumbuhan permukiman kumuh ini dibiarkan, derajat kualitas hidup masyarakat miskin akan tetap rendah. Akan mudah menyebabkan kebakaran, memberi peluang tindakan kriminalitas, terganggunya norma tata susila, tidak teraturnya tata guna tanah dan sering menimbulkan banjir yang akhirnya menimbulkan degradasi lingkungan yang semakin parah. Penggusuran pada permukiman kumuh oleh pihak-pihak terkait tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah, selain cara ini tidak manusiawi, para pemukim kembali menyerobot tanah terbuka lainnya sehingga hilang satu akan tumbuh dua atau lebih permukiman kumuh yang baru lagi. Faktanya dari seluruh kelurahan yang ada di Banjarmasin, kawasan kumuh terdapat di wilayah kelurahan di antaranya, Kelayan Selatan, Kampung Melayu, Belitung, Surgi Mufti, Sungai Jingah, Pasar Lama, Alalak Selatan, Teluk Dalam, Basirih, Pelambuan, Kuin Utara dan Sungai Lulut.

Menjawab tantangan tersebut, pemerintah wajib memberikan fasilitas pembangunan prasarana dan sarana dasar permukiman seperti air minum, sanitasi, jalan lingkungan, revitalisasi kawasan, dan peningkatan kualitas permukiman serta penyediaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana dasar permukiman tersebut juga dilaksanakan dengan model pemberdayaanyang melibatkan masyarakat sejak perencanaan sampai dengan operasi dan pemeliharaan insfrastruktur. Salah satu program yang diinisiasi oleh pemerintah beberapa tahun terakhir ini untuk mewujudkan visi tersebut adalah Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK). Program PLPBK Perkotaan sangat efektif dalam mengupas problema kekumuhan yang selama ini menjadi penyakit perkotaan, meskipun bertahap dalam menghapus kekumuhan tersebut. Semoga kedepannya pemerintah kota dapat melahirkan ide-ide baru untuk menyelesaikan kekumuhan perkotaan.

Untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang sejalan dengan menciptakan lingkungan hunian yang kondusif, dibutuhkan komunikasi yang efektif terhadap semua pelaku program. Guna menciptakan komunikasi yang efektif ini dibutuhkan konsep manajemen pengelolaan kawasan. Konsep ini adalah gagasan untuk memberikan pembelajaran dalam mengubah pemikiran, sikap dan perilaku masyarakat yang terorganisir dengan aturan-aturan atau kesepakatan yang dikelola secara bersama berdasarkan ilmu pengelolaan (manajemen).()

 

* Akademisi STIA Tabalong Dan Peneliti Muda Lembaga Kajian Politik Dan Pembangunan Daerah (IRDePos) Kalsel

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 16 Desember 2019 15:36
SMK PP Negeri Banjarbaru

Distribusi Alat Kostratani ke Dinas Pertanian TPH Kab. Batola

Marabahan, - SMK-PP Negeri Banjarbaru melalui arahan dari koordinator Kostratani…

Senin, 16 Desember 2019 12:23

PKK Kalsel Juara Lomba Masak Tingkat Nasional

JAKARTA - Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan kembali menorehkan…

Senin, 16 Desember 2019 12:21

AL Persilakan Warga Kunjungi Kapal Perang

BANJARMASIN – Dua buah Kapal Angkatan Laut (KAL) mengunjungi Banjarmasin.…

Senin, 16 Desember 2019 11:54

ULM Dikunjungi Tetangga Dekat

BANJARMASIN - Belasan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Palangkaraya bertandang ke…

Senin, 16 Desember 2019 11:49

200 Brimob Pulang Kampung

BANJARBARU – Sebanyak 200 personel Satuan Brigade Mobil (Sarbrimob) Polda…

Senin, 16 Desember 2019 10:43
PT Arutmin Indonesia

Arutmin Bina BUMDes Makin Berkembang

PELAIHARI – PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap melalui program Pengembangan…

Senin, 16 Desember 2019 10:04

Makin Solid Berkat Touring

BANJARMASIN - Suasana akrab menyeruak kala pengurus Harley Davidson Club…

Senin, 16 Desember 2019 10:03

HDCI Kalsel Peduli Sesama

KEBAKARAN menghanguskan 158 rumah yang dihuni 166 keluarga atau 433…

Minggu, 15 Desember 2019 12:00

Bisnis Politik

Ekspansi para pemilik modal dalam pilkada menggambarkan bagaimana dunia bisnis…

Minggu, 15 Desember 2019 11:49

Hari Juang TNI AD Siap Digelar

MARTAPURA - Peringatan Hari Juang TNI AD tahun ini digelar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.