MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 30 Desember 2015 10:10
Kisruh Pasar Kayuh Baimbai, Pedagang Tuntut Hentikan Pembongkaran
PROTES - Para pedagang memprotes pengembang pasar yang ingin membongkar kios dan lapak.

BANJARMASIN – Puluhan pedagang Pasar Kayuh Baimbai di Kelayan B, Banjarmasin Selatan, memasang spanduk dan poster yang isinya meminta pihak pengembang pasar menghentikan pembongkaran bak/kios mereka. Pasalnya, persoalannya sedang dalam proses hukum.

Mereka menempelkan spanduk itu di dinding kios-kios hingga di depan pasar. Para pedagang merasa keberatan dengan pembongkaran serta aturan penebusan bak pasar oleh pengembang  yang mereka nilai sangat memberatkan.

“Bak ini milik kami, tapi setelah dibongkar disuruh menebus dengan harga cukup tinggi. Kalau tidak bisa menebus akan diberikan kepada orang lain,” kata Atul, salah satu pedagang yang ikut memasang spanduk, kemarin (29/12) sore. Meskipun sistem pembayarannya dapat dicicil, namun pedagang tidak boleh  terlambat membayar angsuran bulannya. “Waktunya cuma 18 bulan, bahkan jika tidak dapat membayar tepat waktu akan didenda,” timpal pedagang lainnya.

Salah satu kuasa hukum para pedagang dari H3AM and Associates, Muhammad Pazri mengatakan, pemasangan spanduk tersebut cukup beralasan. Sebab, mereka memiliki dasar kepemilikan yang bervariasi, diantaranya bukti pembelian kwitansi, surat keterangan kepemilikan bak/kios, serta izin mendirikan bangunan.

Menurutnya, sebelum melakukan pembongkaran pengembang seharusnya memberikan ganti rugi kepada pedagang. Karena itu, spanduk tersebut dipasang warga dengan maksud agar pembongkaran dihentikan karena sedang dalam proses hukum.

Dikatakan Pajri, pedagang dan pengembang sebelumnya sudah pernah melakukan mediasi, namun tidak ada titik temu sehingga persoalan ini akhirnya dibawa ke ranah hukum. “Persoalan ini sudah kita laporkan ke Ditkrimum Polda Kalsel, karena kalau melakukan pembongkaran itu sudah merupakan perbuatan melawan hukum,” tegas Pajri.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Banjarmasin, Hermansyah menegaskan status Pasar Baimbai adalah milik masyarakat, bukan milik pemko. “Tidak ada kaitan dengan pemko. Jadi silakan bersengketa antara pedagang dan pengelola pasar,” tegasnya.

Bahkan, Herman mengaku tak terkejut dengan masalah tersebut. Rupanya, status Pasar Baimbai adalah pasar liar. Ia menilai tidak ada itikad baik dari pengelola pasar dengan upaya mengurus izin tersebut. “Si pemilik tanah merasa pongah, tidak merasa perlu sowan ke pemko. Dulu masalah ini juga sempat ribut di DPRD,” pungkasnya. (gmp/fud)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers