MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 29 Juni 2017 17:32
Perusahaan Tambang Terancam Dipidanakan, ESDM Laporkan CV DKJ ke Polda
TERANCAM HANYUT: Rumah warga setelah tanggul penahan air di kawasan Tambang Batu Bara RT 06 Desa Kintap Kecil Kecamatan Kintap, jebol, Minggu (18/6) lalu. Dari hasil investigasi ESDM Kalsel, aktivitas tambang perusahaan terlalu dekat dengan lokasi rumah warga.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Peristiwa jebolnya tanggul tambang batubara milik CV DKJ di Desa Kintap Lama, Kecamatan Kintap, Tanah Laut hingga menyebabkan delapan rumah warga hanyut ditangani serius oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel.

Sesuai hasil investigasi, ESDM Kalsel menyatakan longsornya tanah hingga membuat air sungai masuk ke lubang tambang disebabkan oleh aktivitas pertambangan. "Aktivitas tambang mereka sangat dekat dengan sungai, hanya sekitar 100 meter. Sehingga saat tanah dikeruk tidak bisa lagi menahan derasnya air, akhirnya jebol," kata Plt Kadis ESDM Kalsel Hanif Faisol.

Dia menambahkan, karena beraktivitas di lokasi yang tidak layak ditambang dan menyebabkan terjadinya kelongsoran, CV DKJ bisa terancam pidana kerusakan lingkungan. "Selain delapan rumah hanyut dan belasan rusak, jebolnya tanggul juga membuat badan jalan rusak," tambahnya.

Karena menduga adanya unsur pidana kerusakan lingkungan, Dinas ESDM sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Kalsel agar segera diselidiki. "Saat ini Polda sudah mulai melakukan penyelidikan," ujar Hanif.

Selain melaporkannya ke pihak kepolisian, Dinas ESDM juga merekomendasikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) CV DKJ agar dicabut. Sebab, sudah tidak layak lagi untuk ditambang. "Lokasi mereka sangat tidak layak, dengan permukiman juga sangat dekat," tambahnya.

Meski IUP bakal dicabut, Hanif menuturkan CV DKJ akan tetap diminta untuk bertanggungjawab mereklamasi lubang tambangnya yang saat ini sudah menjadi kolam. "Mungkin nanti air di kolam akan disedot, lalu dikelola sebelum dibuang ke sungai," ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono sepakat jika CV DKJ diproses hukum. Karena, kerusakan yang terjadi jelas disebabkan oleh perusahaan. "Perusahaan memang harus diproses hukum," katanya.

Sesuai hasil investigasi Walhi Kalsel, kelongsoran terjadi dikarenakan CV DKJ melakukan penambangan terlalu dekat dengan sungai. Sehingga membuat daratan di tepi sungai tak sanggup lagi menahan derasnya air sungai. "Awal tahun 2016 sudah pernah longsor, dan puncaknya pekan tadi," ungkap Kisworo.

Selain diduga melakukan kerusakan lingkungan, pembebasan lahan yang dilakukan CV DKJ sejak sembilan tahun lalu menuai masalah berkepanjangan hingga sekarang. "Pemerintah harus tegas dengan perusahaan seperti ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur DKJ Adi Sumitro membantah perusahaannya menjadi penyebab bencana. Dia mengungkapkan, air yang menerjang rumah warga tak ada kaitannya dengan lubang tambang batubara milik mereka. "Air itu bukan dari lubang tambang, melainkan dari luapan sungai kemudian menerjang rumah warga. Setelah itu baru masuk ke lubang tambang. Jadi bukan karena tanggul tambang jebol," ungkapnya.
Adi menuturkan, air pasang sudah sering terjadi. Namun, baru kali ini luapannya begitu deras hingga membuat rumah warga hanyut dan rusak. "Air sungai masuk ke tambang sudah sering, biaya operasional kami bahkan membengkak karena selalu menguras air yang ada di dalam tambang," ujarnya.
Tingginya biaya operasional membuat mereka memilih untuk menghentikan aktivitas pertambangan sejak Maret tadi. Kemudian memulangkan seluruh karyawan dan menarik semua alat berat. "Jadi kami sudah mau menutup tambang itu, sehingga tidak ada lagi aktivitas," kata Adi. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 22 Mei 2020 11:32

Kasus Covid-19 Bisa Naik Usai Lebaran, Kemenag Kalsel Imbau Tidak gelar Takbiran

BANJARMASIN - Pawai takbiran malam Lebaran dipastikan akan sepi. Tradisi…

Jumat, 22 Mei 2020 11:26

Profesi Penggali Kubur Semakin Dicari

BANJARBARU - Penggali kubur adalah profesi yang paling dicari akhir-akhir…

Jumat, 22 Mei 2020 11:16

Terindikasi Covid-19, Penumpang Dikarantina

BANJARBARU - Beberapa hari menjelang Lebaran, kondisi Bandara Syamsudin Noor,…

Jumat, 22 Mei 2020 10:56

PSBB Banjarmasin Masuki Jilid 3, Pakar Epidemiologi: Lanjutkan, tapi Harus Lebih Tegas

BANJARMASIN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di…

Jumat, 22 Mei 2020 10:44

Kalsel Kewalahan Memusnahkan Arsip

BANJARMASIN - Sudah sebulan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel memulai…

Jumat, 22 Mei 2020 10:34

Kapolda Sowan ke Guru Danau

AMUNTAI - Sudah hampir menjadi agenda rutin bagi pejabat instansi…

Jumat, 22 Mei 2020 10:21

MUI Banjarbaru Bolehkan Salat Id, Dengan Syarat

BANJARBARU - Meski sudah sangat mendekati hari H lebaran Idulfitri.…

Jumat, 22 Mei 2020 09:52
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Terima Bantuan dari Notaris

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Senin (18/5)…

Jumat, 22 Mei 2020 09:45
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Imbau Masyarakat Salat Idulfitri di Rumah

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan…

Jumat, 22 Mei 2020 09:42
Pemkab Tanah Bumbu

Tetap Peduli Atasi Percepatan Penanganan Stunting

BATULICIN - Meskipun ditengah wabah corona, Pemkab Tanbu tetap peduli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers