MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 29 Juni 2017 17:32
Perusahaan Tambang Terancam Dipidanakan, ESDM Laporkan CV DKJ ke Polda
TERANCAM HANYUT: Rumah warga setelah tanggul penahan air di kawasan Tambang Batu Bara RT 06 Desa Kintap Kecil Kecamatan Kintap, jebol, Minggu (18/6) lalu. Dari hasil investigasi ESDM Kalsel, aktivitas tambang perusahaan terlalu dekat dengan lokasi rumah warga.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Peristiwa jebolnya tanggul tambang batubara milik CV DKJ di Desa Kintap Lama, Kecamatan Kintap, Tanah Laut hingga menyebabkan delapan rumah warga hanyut ditangani serius oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel.

Sesuai hasil investigasi, ESDM Kalsel menyatakan longsornya tanah hingga membuat air sungai masuk ke lubang tambang disebabkan oleh aktivitas pertambangan. "Aktivitas tambang mereka sangat dekat dengan sungai, hanya sekitar 100 meter. Sehingga saat tanah dikeruk tidak bisa lagi menahan derasnya air, akhirnya jebol," kata Plt Kadis ESDM Kalsel Hanif Faisol.

Dia menambahkan, karena beraktivitas di lokasi yang tidak layak ditambang dan menyebabkan terjadinya kelongsoran, CV DKJ bisa terancam pidana kerusakan lingkungan. "Selain delapan rumah hanyut dan belasan rusak, jebolnya tanggul juga membuat badan jalan rusak," tambahnya.

Karena menduga adanya unsur pidana kerusakan lingkungan, Dinas ESDM sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Kalsel agar segera diselidiki. "Saat ini Polda sudah mulai melakukan penyelidikan," ujar Hanif.

Selain melaporkannya ke pihak kepolisian, Dinas ESDM juga merekomendasikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) CV DKJ agar dicabut. Sebab, sudah tidak layak lagi untuk ditambang. "Lokasi mereka sangat tidak layak, dengan permukiman juga sangat dekat," tambahnya.

Meski IUP bakal dicabut, Hanif menuturkan CV DKJ akan tetap diminta untuk bertanggungjawab mereklamasi lubang tambangnya yang saat ini sudah menjadi kolam. "Mungkin nanti air di kolam akan disedot, lalu dikelola sebelum dibuang ke sungai," ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono sepakat jika CV DKJ diproses hukum. Karena, kerusakan yang terjadi jelas disebabkan oleh perusahaan. "Perusahaan memang harus diproses hukum," katanya.

Sesuai hasil investigasi Walhi Kalsel, kelongsoran terjadi dikarenakan CV DKJ melakukan penambangan terlalu dekat dengan sungai. Sehingga membuat daratan di tepi sungai tak sanggup lagi menahan derasnya air sungai. "Awal tahun 2016 sudah pernah longsor, dan puncaknya pekan tadi," ungkap Kisworo.

Selain diduga melakukan kerusakan lingkungan, pembebasan lahan yang dilakukan CV DKJ sejak sembilan tahun lalu menuai masalah berkepanjangan hingga sekarang. "Pemerintah harus tegas dengan perusahaan seperti ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur DKJ Adi Sumitro membantah perusahaannya menjadi penyebab bencana. Dia mengungkapkan, air yang menerjang rumah warga tak ada kaitannya dengan lubang tambang batubara milik mereka. "Air itu bukan dari lubang tambang, melainkan dari luapan sungai kemudian menerjang rumah warga. Setelah itu baru masuk ke lubang tambang. Jadi bukan karena tanggul tambang jebol," ungkapnya.
Adi menuturkan, air pasang sudah sering terjadi. Namun, baru kali ini luapannya begitu deras hingga membuat rumah warga hanyut dan rusak. "Air sungai masuk ke tambang sudah sering, biaya operasional kami bahkan membengkak karena selalu menguras air yang ada di dalam tambang," ujarnya.
Tingginya biaya operasional membuat mereka memilih untuk menghentikan aktivitas pertambangan sejak Maret tadi. Kemudian memulangkan seluruh karyawan dan menarik semua alat berat. "Jadi kami sudah mau menutup tambang itu, sehingga tidak ada lagi aktivitas," kata Adi. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 24 Oktober 2019 11:59

Fakultas Dipangkas, Dekan Terancam

BANJARMASIN - Mantan Menristekdikti, Mohamad Nasir berencana memangkas fakultas. Bahkan,…

Kamis, 24 Oktober 2019 11:54

Lusa, KPU Tetapkan Syarat Dukungan

BANJARMASIN – Jumlah minimum syarat dukungan bakal calon perseorangan akan…

Kamis, 24 Oktober 2019 11:31

Luruskan Pernyataan, Norman: Bartman Tak Dilarang Berpolitik

BANJARMASIN - Dua hari lalu, komunitas fans Barito Putera, Barito…

Kamis, 24 Oktober 2019 11:23

SK Belum Keluar, Organda Resah

BANJARMASIN - Setelah pemilihan ulang untuk mencari Ketua dan Wakil…

Kamis, 24 Oktober 2019 11:20

Fokus DPR, Hasnur Takkan Maju Pilwali

BANJARMASIN - Nama Hasnuryadi Sulaiman sempat muncul dalam kandidat Pilwali…

Kamis, 24 Oktober 2019 10:32
Pemko Banjarbaru

Ririen Tutup Pelatihan Kerajinan Purun

BANJARBARU - Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi…

Kamis, 24 Oktober 2019 10:23
Pemkab Tanah Bumbu

Bentuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

BATULICIN - Desa Kuranji di Kecamatan Kuranji menerima bantuan pembangunan…

Kamis, 24 Oktober 2019 10:19
Pemkab Tanah Bumbu

Angsana Tuan Rumah FASI

BATULICIN - Kecamatan Angsana menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Anak…

Kamis, 24 Oktober 2019 10:18
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Serahkan 500 Mushaf Alquran

BATULICIN - Kabupaten Tanah Bumbu memperingati Hari Santri Nasional tahun…

Kamis, 24 Oktober 2019 10:16
Pemkab Tanah Laut

Apindo Harus Memberikan Kontribusi Positif

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut (Tala) Sukamta menyampaikan apresiasi sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*